Menulis Yuk…!

Menulis….

Kata orang butuh keahlian khusus jadi seorang penulis. Jadi nggak semua orang bisa nulis. Benarkah??? Hemm… mungkin. Tapi bukankah Every Body’s Writters?? Bukankah kalau lagi sms-an berarti lagi nulis?? Bukankah orang yang pernah mengenyam bangku sekolah pernah menulis??

Berarti, menulis itu mudah. Tak sesulit yang ada dalam bayang. Tinggal bagaimana kita mengembangkannya agar setiap goresan tinta kita bisa diakui oleh publik. Karena seorang penulis butuh pengakuan dari publik.

Bagaimana mengawalinya??

Karena setiap kita adalah penulis, maka tak butuh tips dan trik khusus untuk menjadi penulis. “Tak ada trik khusu untuk mengawali menulis. Seperti orang yang ingin bisa mengendarai sepeda, jika ingin mahir maka ia harus mengambil sepeda itu. Kalau jatuh, naiki lagi, jatuh lagi, naiki lagi. Pun dengan menulis, jika ingin pinter menulis, maka ambil laptop, komputer, buku lalu tulis.” Demikian yang dikatakan oleh Farid Tolomundu, seorang penulis NTB yang termasuk dalam 30 Penulis Muda Indonesia Berbakat, saat ditanya tentang masalah itu. Intinya, tulislah apa yang terlintas di pikiran anda dan jangan berfikir apa yang mau anda tulis.

Bagaimana agar bisa diakui publik??

Banyak jalan menuju Roma, banyak cara dalam dunai menulis juga. Sekarang sudah zaman canggih. Sudah zaman cyber. Sudah gencar dunia maya. Kenapa tidak dimanfaatkan? Seorang Psikolog, DR. Muazzar Habibi, yang menulis buku Berhentilah Menjadi Gelas, sebenarnya ia bukan penulis bergengsi. Tapi ia bisa mendapatkan keuntungan bersih dari bukunya sekitar 80 Juta. Dan konon, uang itu digunakan untuk biaya study di jenjang Profesornya. Bagaimana bisa seperti itu? Kenapa kita tidak bisa seperti beliau?

Dalam kata pengantar buku itu, penulis menyampaikan bahwa awalnya ia menganggap bahwa FaceBook tidak cocok untuk menyambung lidah dakwah. Sehingga ia pun tidak mau melirik situs jejaring itu. Hingga ia bisa dikatakan gaptek dengan masalah gituan. Tapi setelah bertemu dengan mantan Rektor Univ Mataram, ia akhirnya sadar bahwa anggapannya salah. Ia pun minta dibuatkan akun pada mantan Rektor itu. Beberapa lama bergelut dengan dunia itu, ia aktif menulis status-status inspiratif. Latar belakangnya yang mumpuni dalam masalah psikolog, tulisannya pun bisa sampai ke hati pembaca. hingga akhirnya muncul beberapa comment untuk membukukannya. Itulah kronologis penulisan buku tersebut.

Terus bagaimana dengan kisah 80 juta itu? Ceritanya panjang, yang pasti buku itu dijual via Facebook tanpa diskon. Dan biaya penerbiatannya ditanggung oleh Wagub NTB. Penerbitan edisi revisi dibeli oleh Gubernur NTB senilai 50 juta, dan bukunya dibagikan gratis kepada penduduk NTB yang berminat.

Ah, kok malah ngomongin duit. Nulis aja belom….

Tapi nggak dosa kan??

Intinya gini, melalui kisah tadi, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa baberapa trik agar tilisan kita diakui oleh publik di antaranya dengan cara:

1. Face Book

Dengan menuangkan ide dan gagasan yang ada di kepala kita di situs ini, paling tidak teman-teman di dunia maya ini yang akan menjadi pembaca aktifnya. Selebihnya, semoga ada yang lain.

2. Twitter

Yang ini juga tidak jauh beda dengan yang nomor satu. tinggal dicoba saja.

3. Blogg

Daftarkan diri anda segera di blogg-blogg gratis yang berserakan di dunia maya. Kemudian posting tulisanmu di situ, pasti akan diterima. Dan publik akan tahu kalau anda suka menulis. Saya nggak bisa blogging…??!! kenapa harus pusing, kan di mas google banyak nyediain tips dan trik membuat blog. tanya saja sama dia. gitu aja kok repot.

4. Ikut Lomba

Banyak penyelenggara lomba menulis yang disosialisasikan lewat internet. Silahkan cari saja. keuntungannya, tulisan anda akan diedit dan dinilai. Jika lolos, berarti tulisan anda memang sudah diakui publik. jika tidak lolos, ya bersabar saja. Karena memang takdir Alloh seperti itu. Ini artinya, kita harus lebih giat lagi berjuang dan berlatih. Yang penting sudah ikut berpartisipasi.  Dan Alloh menilai kesungguhan kita dalam berusaha, bukan hasil dari usaha itu.

5. Ikut bergabung dengan organisasi kepenulisan atau millis

Untuk organisasi kepenulisan, pasti sudah tahu. Di antaranya Forum Lingkar Pena atau yang lainnya. untuk millis, atau forum diskusi via dunia maya, bisa dicari saja di internet, banyak kok. Tapi aku tidak bisa menyebutkannya. karena memang aku nggak ikut, hehe… Kalau FLP, aku memang naggotanya, jadi kusebutin. (promosi dikit).

Ini yang Paling Penting!!

Apa itu??

Ini dia: NIAT!!

Ya luruskan niat kita sebelum jadi seorang penulis!! Apa motivasi kita untuk menjadi penulis? Uang, ketenaran, atau pahala? Jika kita mengejar pahala, sungguh ketenaran dan uang yang akan mengejar kita. Bukankah kita mengenal Imam Bukhari dari buku legendarisnya, Shahih Bukhari? Atau Imam Ibnu Hajar dari Fathul Bari’-nya? atau Kang Abik dikenal karena tulisan fenomenalnya? Sebagai seorang muslim, niatkan agar setiap goresan tinta kita bermuatan dakwah yang membawa ke jalan hidayah. Bukan malah menyesatkan atau membuat kerancuan dalam agama. dan jika kita meniatkan karena uang atau ketenaran, bisa jadi kita tidak akan mendapatkan pahala sams sekali. meski yang ditulis seputar religi. karena, bermuara pada niat kita yang tidak dibenarkan syari’at.

Yah itu saja dulu. Semoga bermanfaat. Sebagai permulaan.

One thought on “Menulis Yuk…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s