Tulisanku Meledak!!!

Menulis, Menulis dan Menulis. Itulah tiga sarat, menjadi seorang penulis. Tidak ada teknik khusus dalam menulis. Seperti yang sudah kuulas sebelumnya. Jadi, setiap orang punya teknik tersendiri buat menuangkan inspirasinya.

Memang benar. Selama aku mencoba menulis, tidak pernah dalam bayangku pelajaran-pelajaran bahasa indonesia saat SMP dulu. Yang katanya ada paragraf induksi, deduksi dan sebagainya. Aku tidak pernah memikirkan mana kalimat utama dan mana kalimat penjelas. Yang kufikirkan hanya satu saja, bagaimana tulisan ini enak untuk dibaca orang lain. Itu saja.

Jadi, persetan semua rumus yang ada di bahasa Indonesia itu. Tinggalkan semuanya. Itu tugasnya editor penerbit. Sekarang kembali ke rumus awal, menulis, menulis dan menulis!!! Itu saja. Deni Arnas pernah berwasiat saat mengisi acara Up Grading FLP di Jogjakarta. Katanya, “Kalau kita ingin jadi sastrawan, tidak usah sekolah di jurusan sastra. Karena nantinya hanya bisa berteori tapi tidak bisa memparktikkannya.”

Namun demikian, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam mengawali menulis. Seperti yang diterangkan oleh Teteh Maimun Hirawati, “Banyak orang yang ketika mengawali tulisan sering tidak Pe de dengan tulisannya. Ia lebih condong untuk jadi editor daripada penulis. Untuk itu cobalah langkah berikut untuk mengawalinya:

1. Pakai font warna putih saat menulis

Ini untuk mengantisipasi agar kita tidak menjadi editor saat menulis. Padahal ketika baru sampai tahap ini, seharusnya ia menulis saja. Sejelek-jeleknya. Seancur-nacurnya. Selucu-lucunya. Tulis saja. Tumpahkan semua yang ada di kepala. Biarlah orang yang melihat mengira kita lagi error karena terobsesi ingin menjadi penulis. Yang penting tulis!!!

2. Pengendapan jilid I

Setelah semua isi kepala habis dan sudah mencapai klimaks penulisan, maka tinggalkanlah tulisan itu. Endapkalah sehari atau dua hari. Dan lupakan. Jika sudah mencapai batas waktu cukup maka ingat-ingat lagi. Kemarin aku nulis apa ya dan disimpan di mana ya? Masih nggak ya? Jangan-jangan dah kabur karena dicuekin. Yah biarlah kalau memang nggak betah ngandang di plasdisku. Banyak virusnya kali. Kalau memang kabur beneran nggak masalah. Tinggal nulis lagi. Repot amat.

3. Editing

Ketika filenya sudah ketemu, maka bukalah file tersebut. Tatap lekat-lekat layar monitor dan bacalah. Eh salah ding, kembalikan warna fontnya menjadi hitam terlebih dahulu. Kemudian edit seperlunya. Naikkan yang di bawah kalau perlu dinaikkan. Turunkan kalau memang harus diturunkan. Tambahkan atau buang sekalian kalau memang tidak diperlukan.  Tapi jangan terlalu semangat kalu ngedit, nanti malah dihapus semua isinya. Sedangkan hati ini mengira fontnya masih berwarna putih. Dengan gugup akhirnya nelpon temennya, “Aduh, gimana ni? Fontnya nggak bisa dihitemin lagi?” Setelah dicek ternyata memang sudah nggak ada sisinya. Dasar bahlul!!

4. Pengendapan jilid II

Intinya sama kayak yang di jilid satu itu. Kita lupakan selupa-lupanya kalau memang dirasa proses editing sudah selesai. Meski begitu, bukan berarti harus disimpan di “recycle bin” atau malah dihapus permanen. Cukup dilupakan saja dengan tetap menyimpannya baik-baik. Biar kalau dibutuhkan gampang dicari lagi.

5. Jadilah pembaca bukan penulis

Pada tahap ini, kita membaca karya kita seolah-olah bukan kita sendiri yang menulisnya. Tapi kita hanyalah konsumen. Dan di sinilah kita akan merasakan apakah setiap goresan tinta ini sudah bisa dicerna apa belum. Jika belum, berarti tulisan kita belum siap diterbitkan. Jika sudah serasa coklat, berarti siap dibagikan. Jadi, pada tahap ini butuh penghayatan khusus. Karena mau tidak mau kitalah yang menulisnya sendiri meski memposisikan sebagai pembaca. Bagi yang belum terbiasa mungkin akan terasa sulit mencobanya. Tapi yakainlah bahwa kita bisa. Selagi mau mencoba.

Selamat menulis!!! Bersambung insya Alloh.

2 thoughts on “Tulisanku Meledak!!!

  1. He hehe…..ini mah dibesar-besarin…….ngak segitunya kali….tapi terimakasih atas atensinya, ini menjdi motivasi bagi adek2 u berkarya.

    Buku kedua, dg judul yg sama sdh bisa dipesan via http://www.mizan.com.
    Sebagian pengahasilannya akan disumbangkan u fakir miskin dan anak yatim

    Semoga barokah. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s